Beranda | Artikel
Wasiat Luqman (Bag.5) : Setiap Amal Ada Balasannya di Akhirat
Senin, 10 Februari 2020

Baca pembahasan sebelumnya Wasiat Luqman (Bag. 4) : Tidak Boleh Taat Orang Tua Dalam Perkara Maksiat

Simaklah Al-Qur’an Surat Luqman:16 berikut ini

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

“ (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.“ (QS. Luqman : 16)

Sekecil Apapun Amalan Akan Mendapatkan Balasan

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa ini adalah wasiat yang sangat bermanfaat yang Allah Ta’ala ceritakan tentang Luqman Al Hakim agar setiap orang bisa mencontohnya. Dosa dan kedzaliman sekecil apa pun, pasti Allah akan memberikan balasannya pada hari kiamat ketika setiap amalan ditimbang. Jika amalan tersebut baik, maka balasan yang diperoleh pun berupa kebaikan. Namun jika amalannya jelek, maka balasan yang diperoleh pun berupa kejelkan. 

Hal ini sebagaimana  firman Allah Ta’ala :

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئاً

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun . (QS. Al Anbiya’:47)

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula(QS. Al Zalzalah :7-8)

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِراً وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَداً

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun (QS. Al Kahfi : 49)

Walaupun kedzaliman tersebut sangat tersembunyi, Allah akan tetap membalasnya karena Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman: 16). 

Maksud “lathiif” dalam ayat ini adalah ilmu Allah itu bisa menjangkau sesuatu yang tersembunyi dan tidaklah samar bagi Allah walaupun amat kecil dan lembut. Sedangkan maksud “khabirr” maksudnya adalah Alalh mengetahui hal yang kecil, sampaipun jejak semut sekali pun meskipun di malam yang gelap gulita. ( Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Adzim)

Baca Juga: Apakah Orang Kafir akan Dihisab di Akhirat?

Allah Al Khabiir dan Al Lathiif

Dalam ayat ini disebutkan dua nama Allah sekaligus yaitu Al-Khabiir dan Al-Lathiif.

إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman: 16). 

Nama Allah Al Khabiir maknanaya adalah Allah maha mengethaui segala sesuatu yang tersembunyi.

Sedangkan nama Allah Al Lathiif memiliki dua makna :

  1. Hampir sama maknanya dengan Al Khabiir, yaitu yang pengilmuannya meliputi segala sesuatu yang tersembunyi. Dialah Dzat yang mengetahui hal-hal yang mendetail pada segala sesuatu, yang ilmu-Nya sampai pada tingkatan meliputi perkara-perkara batin dan yang tersembunyi, sebagaimana ilmu-Nya juga meliputi perkara-perkara yang tampak. Allah Ta’ala berfirman :

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

Sejatinya yang menciptakan itu sangat mengetahui. Dan Dia adalah yang Maha Lembut dan Maha Mengetahui. (QS. Al-Mulk: 14)

  1. Maknanya adalah yang sampai kepada hamba-Nya dan kekasih-Nya berbagai rahmat dan kebaikan tanpa disadari makhluk-Nya. Hal ini sebagaimana terdapat dalam firman Allah :

إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِّمَا يَشَاءُ

Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki.( QS. Yusuf : 100 )

اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ وَهُوَ الْقَوِيُّ العَزِيزُ

Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa( QS. Asy Syuura : 19). ( Lihat Tafsiir Al Qur’an Al Kariim Surat Luqman Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin dan Fiqhul Asmaaail Husna )

Baca Juga: Kebahagiaan Melihat Wajah Allah Ta’ala di Akhirat

Faidah Ayat 

Di antara faidah surat Luqman ayat 16 adalah :

  1.  Pengajaran orang tua kepada anaknya tentang adanya pengawasan Allah kepada seluruh hamba-Nya. Peringatan bahwasanya Allah melihat seluruh amal perbuatannya.
  2.  Setiap amalan di dunia akan mendapat balasan di akhirat. Sekecil apapun akan mendapatkan balasannya. Balasan amal kebaikan adalah kebaikan dan balasan amal kejelekan adalah kejelekan. 
  3.  Luasnya ilmu Allah meliputi segala sesuatu, baik yang tampak maupun tersembunyi. Tidak ada sesuataupun yang tersembunyi dari pengilmuan Allah Ta’ala. 
  4.  Penetapan dua nama Allah Al Lathiif dan Al Khabiir. Penyebutan dan penggabungan dua nama sekaligus menunjukkan adanya kesempurnaan yang berlebih yang semakin menunjukkan kesempurnamaan nama dan sifat Allah.  

Baca Juga:

Penulis : Adika Mianoki


Artikel asli: https://muslim.or.id/54474-wasiat-luqman-bag-5-setiap-amal-ada-balasannya-di-akhirat.html